jenis-jenis penyakit jiwa

Ada banyak penyakit kejiwaan yang perlu kita waspadai. Penyakit jiwa bisa menyerang siapa saja termasuk dokter jiwa sekali pun🙂. Untuk lebih jelasnya, berikut kumpulan penyakit-penyakit jiwa yang harus kamu ketahui

1.Kleptomania
Adalah penyakit jiwayang membuat penderitanya tidak bisa menahan diri untuk mencuri. Benda-benda yang dicuri oleh penderita kleptomania umumnya adalah barang-barang yang tidak berharga, seperti mencuri gula, permen, sisir, ya apa deh terserah si penderita. Sang penderita biasanya merasakan rasa tegang subjektif sebelum mencuri dan merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah mereka melakukan tindakan mencuri tersebut. Tindakan ini harus dibedakan dari tindakan mencuri biasa yang biasanya didorong oleh motivasi keuntungan dan telah direncanakan sebelumnya.

Penyakit ini umum muncul pada masa puber dan ada sampai dewasa. Pada beberapa kasus, kleptomania diderita seumur hidup. Penderita juga mungkin memiliki kelainan jiwa lainnya, seperti kelainan emosi, Bulimia Nervosa, paranoid, schizoid atau borderline personality disorder.Kleptomania dapat muncul setelah terjadi cedera otak traumatik dan keracunan karbon monoksida.

2.Neurosis
Adalah istilah umum yang merujuk pada ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stress, tapi tidak seperti psikosis atau kelainan kepribadian, neurosis tidak mempengaruhi pemikiran rasional. Konsep neurosis berhubungan dengan bidang psikoanalisis,( suatu aliran pemikiran dalam psikologi atau psikiatri.)

3.Psikosis
Adalah ketidakmampuan seseorang menilai realita dengan fantasi dirinya. Hasilnya, terdapat realita baru versi orang psikosis tersebut. Psikosis adalah suatu kumpulan gejala atau sindrom yang berhubungan gangguan psikiatri lainnya, tetapi gejala tersebut bukan merupakan gejala spesifik penyakit tersebut, seperti yang tercantum dalam kriteria diagnostik DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) maupun ICD-10 (The International Statistical Classification of Diseases) atau menggunakan kriteria diagnostik PPDGJ- III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa). Arti psikosis sebenarnya masih bersifat sempit dan bias yang berarti waham dan halusinasi, selain itu juga ditemukan gejala lain termasuk di antaranya pembicaraan dan tingkah laku yang kacau, dan gangguan daya nilai realitas yang berat. Oleh karena itu psikosis dapat pula diartikan sebagai suatu kumpulan gejala/terdapatnya gangguan fungsi mental, respon perasaan, daya nilai realitas, komunikasi dan hubungan antara individu dengan lingkungannya.

4.Sindrom mahasiswa kedokteran
Sindrom ini muncul ketika seseorang membaca atau mempelajari mengenai suatu penyakit atau kelainan dan mulai percaya bahwa ia juga sedang mengidap penyakit atau kelainan tersebut, misalnya pada apofenia. Sebenarnya sindrom ini tidak hanya terbatas pada mahasiswa kedokteran saja, namun bisa pada siapapun. Namun, sindrom ini dipercaya banyak diidapi oleh mahasiswa kedokteranDalam masa pembelajaran, para mahasiswa kedokteran harus mempelajari berbagai daftar sindrom dan tanda ataupun gejala penyakit baik yang sering maupun jarang terjadi. Ketika sedang mempelajari, mereka merasa mereka turut memiliki gejala atau sindrom yang ada. Misalnya, ketika mempelajari tumor otak, salah satu tandanya adalah sakit kepala. Ketika mahasiswa tersebut sakit kepala, ia percaya hal itu disebabkan oleh tumor di otak.

sumber: tahukahkamu.com

About indopoints

indonesia cerdas indonesia berwawasan

Posted on Juni 24, 2011, in Kesehatan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: